SURGAKU
SURGAKU
Budi Yatni lahir di magelang 15 desember 1970 tepatnya di
Desa Kadiwongso. Budi adalah anak ke lima dari delapan bersaudara dengan tiga
saudara laki laki dan lima saudara perempuan. Ayah Budi bernama
Marwan dan ibu Budi bernama Rodiyah.
Saat SD Budi menuntut ilmu di SD N Salaman 4, Budi pergi ke
sekolah biasanya jalan kaki dengan jarak yang tidak begitu jauh kira kira hanya
500 meter. Setelah pulang sekolah biasanya Budi membantu ibunya untuk mengurus
rumah dan setelah magrib Budi selalu pergi ke rumah kakeknya untuk belajar
mengaji.
Saat SMP Budi menuntut ilmu di SMP MUHAMMADYAH Salaman. Jarak sekolah dan rumahnya itu lumayan jauh tidak seperti SD dulu. Budi
biasanya pergi dengan kendaraan umum. Kebiasaan Budi saat SMP tetap tidak
berubah sepulang sekolah pasti dia langsung membantu ibunya untuk mengurus
rumah dan setelah magrib Budi juga masih rutin pergi kerumah kakeknya untuk
belajar mengaji. Kakek Budi memang seorang guru ngaji didesanya jadi tidak
hanya Budi saja yang mengaji di tempat kakeknya itu namun juga anank anak yang
lain. Dalam mengajarkan pendidikan agama kakek budi sangat tegas jika ada anak
yang sangat nakal dan tidak bisa diatur kakek
Budi tidak segan segan untuk memukul dengan tudingnya.
Setelah tamat
pendidikan di SMP Budi tidak lagi melanjutkan sekolahnya. Budi memilih
untuk bekerja untuk membantu ekonomi keluarganya. Budi bekerja di pabrik
tekstil gajinya lumayan bisa untuk membantu biaya sekolah adik adiknya.
Lalu pada tahun 1992 Budi menikah dengan Dahyo yang juga
bekerja di pabrik tekstil itu. Setelah menikah
Budi tinggal bersama suaminya di Desa Soroyudan Kecamatan Tegalrejo.
Setiap dua minggu sekali Budi pergi ke
Salaman untuk menjenguk kedua orang tuanya. Setelah dua tahun menikah Budi
dikaruniai seorang putri yang bernama Rini Wijayani dan enam tahun kemudian
lahir putri Budi yang kedua yaitu Fitriana Handayani.
Budi adalah sosok ibu yang sangat luar biasa. Budi jarang
sekali marah kepada kedua anaknya Bdi marah jika kedua anaknya sudah melakukan
kesalahan yang sangat fatal. Budi sangat pandai memasak menurut kedua putrinya
tidak ada makanan yang lebih enak dari makanan yang dibua oleh Budi.

Ye, terima kasih.
BalasHapus